RSS
Container Icon
Showing posts with label Tentang Negeri Kami. Show all posts
Showing posts with label Tentang Negeri Kami. Show all posts

Yu, Mari Aktif di Kegiatan Sosial

Dari SMP aku memang udah aktif di kegiatan organisasi dalam sekolah, terutama Pramuka hingga SMA. Ketika kuliah S1 di Universitas Brawijaya pun masih saja aktif di organisasi, sempat nyicip komunitas fotografi, SKI hingga yang paling aktif di lembaga eksekutif dari tingkat jurusan (himpunan), fakultas (BEM) dan universitas (EM). Saat itu pula aku sadar, birokrasi di Indonesia buruk sekali. Tak ada yang beres, terutama birokrasi pemerintahan. Serba ribet menurutku..

Masih jelas teringat ketika semester 7, aku sudah vakum dari BEM FTP. Saat itu benar-benar nganggur gak jelas. Kuliah hanya ada 2x seminggu, skripsi juga belum jalan. Hingga akhirnya ada inisiatif untuk mengumpulkan dana untuk pembelian buku yang akan disumbangkan ke adek-adek di NTB & Kaltim. Kebetulan ada teman yang menjadi pengajar muda waktu itu. Akhirnya yah, bikin proposal, mengetuk pintu dosen, minta sumbangan sana-sini. Dan finalllyyy terkumpul sejumlah uang. Nah, bertepatan ada Pameran Islamic Book Fair di Malang, aku sama temenku berdua belanja buku.


Setelah itu, beberapa orang dari grup Indonesia Menyala berkeinginan untuk membentuk komunitas Penyala Malang. Mas Adhi, PM 1 yang kebetulan sedang berkunjung ke Malang pada 25 Februari 2012 (kalo enggak salah) bergabung dengan pertemuan perdana Penyala Malang,. Aku sebagai co founder bersama founder lainnya Silvi, Endah, Ririn, Rahmi, Zainul akhirnya resmi membentuk Penyala Malang.

Founder Penyala Malang bersama Mas Adhi PM1

Setelah selesai kuliah S1, alhamdulillah banget diberi kesempatan lanjut S2 di UGM Yogyakarta. Karena dari dulu sudah sibuk dengan organisasi, aneh banget rasanya kalo cuma kuliah aja. Dan, Allah pun menjawab kegalauanku dengan adanya Jogjanesia, semacam pameran komunitas sosial di Jogja. Keren euy, banyak banget komunitas yang peduli dengan Indonesia. Nah, disinilah aku bertemu dengan Komunitas Jendela yang selanjutnya aku aktif disini.
Yuk membaca :)




We are Jendelist
Lantas, apa hubungannya kegiatan sosial dengan birokrasi? Menurutku sih, menurutku lho ya.. Birokrasi yang ribet akan memperlama kemajuan bangsa ini. Lha gimana gak lama, ngurus ini itu lama sih. Jadi menurutku mending banget ya mending ikutan organisasi sosial. Langsung gerak, gak perlu pake lama. Nah kan, kalo banyak masyarakat yang ikut organisasi sosial akan mempercepat kemajuan bangsa.. Hahahaaaa... ya begitulah :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cerita Kompre untuk Mereka


Malang, 27 Mei 2012

Kepada seluruh adek-adek di SDN 005 Tanjung Harapan

Apa kabarnya adek-adekku di sana???
Maaf ya, surat kalian lama tidak kakak balas. Beberapa bulan terkahir, kakak sibuk persiapan ujian kompre. Ujian kompre itu semacam ujian akhir ketika mau lulus kuliah. Setiap mahasiswa wajib membuat satu tugas akhir, nah tugas akhir-nya itu nanti akan diuji oleh dosen pembimbing dan dosen penguji. Kalo di perkuliahan dosen itu semacam guru di sekolah kalian.

Kakak cerita sedikit ya tentang tugas akhir kakak.
Topik tugas akhir kakak bertema pasteurisasi sari buah menggunakan uap panas. Semisal adek mau minum susu itu kan biasanya dipanaskan dulu, nah kalo yang ini sari buahnya dipanaskan dulu. Memanaskannya bukan pake api atau air tapi pakai uap panas yang dikontakkan langsung ke sari buahnya.

Selama 5 bulan, mulai bukan November 2011-Maret 2012 kakak mengerjakan tugas akhir ini di laboratorium. Nah, ketika penelitiannya selesai, kakak harus mengerjakan laporannya. Selesai mengerjakan laporan, kakak harus diuji untuk mengetahui sedalam mana kakak memahami penelitian kakak. Nah, jika kakak bisa menjawab pertanyaan dari dosen pembimbing dan penguji ini, kakak bisa dinyatakan lulus dari kuliah. Tanggal 24 Mei kemarin bertepatan dengan hari ujian kompre kakak. Ini kakak sertakan foto ketika kakak ujian

foto bareng dosen pembimbing dan dosen penguji

Dosen laki-laki sebelah kanan bernama Pak Sudarminto, biasanya cukup dipanggil Pak Dar. Beliau adalah dosen pembimbing kakak. Dosen perempuan di sebelah kiri kakak adalah Bu Agustin, sebelah beliau adalah Bu Fithri. Mereka berdua adalah dosen penguji kakak.

Tak lupa juga kakak mengucapkan terimakasih atas doa dari kalian semua untuk ujian kompre kakak kemarin. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.

Ayo, semangat belajar. Biar bisa kuliah seperti kakak atau Pak Guru Hafiz. Aku yakin, kalian pasti bisa. SEMANGAT J


Salam sayang,
Nita Maria Rosiana, STP

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta (nangis baca ini)

Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua. 
Source : http://brosurkilat.com


Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia
Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta
12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

***
Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

? Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten? C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis? D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

“Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,
Capt. Novianto Herupratomo


Sumber : kaskus


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ICCS Jerin, 8 Desember 2011

Workshop Strategi Kota Menghadapi Perubahan Iklim-How to Make It


Workshop ini diadakan oleh Jerin (Jerman-Indonesia). Dalam wokshop dibahas mengenai perubahan iklim dunia yang berdampak pada kehidupan manusia.. Perubahan iklim ini banyak disebabkan oleh ulah manusia, yahh maklumlah jumlah manusia semakin bertambah dan perkembangan teknologi yang justru mempercepat terbentuknya gas rumah kaca yang mengakibatkan efek rumah kaca..


Efek rumah kaca ini mengakibatkan radiasi lho.Energi yang diserap dipantulkan kembali dalam bentuk radiasi inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Namun sebagian besar inframerah yang dipancarkan bumi tertahan oleh awan dan gas CO2dan gas lainnya, untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal, efek rumah kaca diperlukan, dengan adanya efek rumah kaca perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi tidak terlalu jauh berbeda.

Selain gas CO2, yang dapat menimbulkan efek rumah kaca adalah belerang dioksida, nitrogen monoksida (NO) dan nitrogen dioksida (NO2) serta beberapa senyawa organik seperti gas metana danklorofluorokarbon (CFC). Gas-gas tersebut memegang peranan penting dalam meningkatkan efek rumah kaca.

Berubahnya komposisi GRK di atmosfer, yaitu meningkatnya konsentrasi GRK secara global akibat kegiatan manusia menyebabkan sinar matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi ke angkasa, sebagian besar terperangkap di dalam bumi akibat terhambat oleh GRK tadi. Meningkatnya jumlah emisi GRK di atmosfer pada akhirnya menyebabkan meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi, yang kemudian dikenal dengan Pemanasan Global.


Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Namun sebagian dari energi panas tersebut tidak dapat menembus kembali atau lolos keluar ke angkasa, karena lapisan gas-gas atmosfer sudah terganggu komposisinya. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas keangkasa (stratosfer) menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi (troposfer) atau adanya energi panas tambahan kembali lagi ke bumi dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga lebih dari dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca berlebihan karena komposisi lapisan gas rumah kaca di atmosfer terganggu, akibatnya memicu naiknya suhu rata-rata dipermukaan bumi maka terjadilah pemanasan global. Karena suhu adalah salah satu parameter dari iklim dengan begitu berpengaruh pada iklim bumi, terjadilah perubahan iklim secara global.
 Namun, efek GRK ini bisa diminimalkan yaitu dengan cara berhemat energi dalam hal rumah tangga dan bahan bakar, pengelolaan limbah dll. Back to nature deh :)



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Yuk Menulis, Menyebarkan Kebaikan di Seluruh Pelosok Negeri


Setiap kali aku menulis jadi inget masa-masa SD. Kata guru Bhs. Indonesiaku dulu, tulisanku bagus. Tapi ketika menginjak SMP, seolah-olah kreativitasku mati. Dan mulai hidup kembali sekarang. Jauh banget ya.. Biarlah, yang penting menulis....

Isi blogku emang beragam. Ada tugas kuliah, daripada aku simpen di laptop mending aku publish. Lumayan, menyebarkan ilmu. Siapa tahu ada yang usahawan yang tertarik dengan tugasku, trus akhirnya aku direkrut kerja (amin, hehheeeee). Ada curhatan juga, semua masalah hidup. Tapi lebih tepatnya tentang opiniku dalam menghadapi masalah hidup. Ada juga beberapa opiniku tentang sesuatu misalkan film, organisasi dll. Kalo bisa dibilang tulisanku emang belum bagus-bangus amat. Tapi yang penting menulisssssssss

Bagaimana bisa tulisan dapat menyebarkan kebaikan??
Tentu saja bisa. Asalkan tulisanmu adalah tulisan yang mengandung makna positif yang bisa menginspirasi orang lain. Tulisan yang udah kesimpen di laptop, pindah saja ke web. Ada banyak layanan blog gratis yang bisa dipake. Semakin banyak menulis hal-hal positif, semakin banyak orang yang membacanya, semakin banyak orang yang terinspirasi, semakin banyak orang yang bersemangat. Kalo udah gitu, maka rakyat Indonesia merupakan rakyat yang selalu bersemangat, hingga akhirnya bisa menjadi bangsa yang lebih baik. Amin amin amin :D

Saran saja sih, kalo menulis curhatan jangan menulis tentang keluhannya. Justru itu akan menyebarkan suasana pesimisme di penulis dan pembaca. Penulis yang seperti itu hanya akan menunjukkan aibnya saja, sedangkan pembaca justru akan risih (pengalaman, hehheheeeeeee). Lebih baik menuliskan segi positif masalah itu, cara penyelesaiannya, motivasi-motivasi dll.

Sempatkan diri sejenak untuk menulis disela-sela kesibukan kita yuk ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

No Reason to Laze, Wake Up Please!!!!


Lihatlah mereka yang hidup dengan segala keterbatasannya, tetap mampu tertawa lepas, bersemangat dan konsisten belajar. Seolah-olah keterbatasan mereka hanyalah keadaan semu belaka. Sedangkan kita, yang memiliki kelengkapan fasilitas hanya mampu bermalas-malasan. Jika kita tidak merasa malu dengan orang-orang yang hidup dikelilingi keterbatasan, makanya hidup kita sama sekali tak berarti.

Orang yang mempunyai fasilitas lengkap bisa sukses itu biasa. Tapi orang yang memiliki banyak keterbatasan bisa sukses itu baru luar biasa. Untuk itu, bagi  kita yang memiliki fasilitas lengkap harus bisa lebih sukses.

Jika sedang malas dan tak bersemangat, berkelilinglah. Lihat betapa banyak orang-orang yang tak seberuntung kita. Hingga akhirnya akan terucap kalimat pada hati kita “masih pantas kah kita bermalas-malasan dan tidak bersemangat??”

Tulisan singkat ini saya dedikasikan untuk semua anak bangsa yang sedang dilanda “virus” malas dan tidak bersemangat. Yuk, kita bersama-sama memberantas “virus” itu J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Alangkah Lucunya Negeri Ini

“Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”
(UUD 1945 Pasal 34 ayat 1)

Film ini sungguh menggambarkan bagaimana lucunya negeri ini. Pencopet, pelacur dan segudang profesi sejenis begitu dibenci di negeri ini, sedangkan koruptor sangat diagung-agungkan.

Apa bedanya pencopet dan koruptor?? Mana yang dosanya lebih besar?? Tapi siapa yang lebih diagung-agungkan??
Dalam bahasa yang lebih sederhana, koruptor adalah pencopet yang berpendidikan. Koruptor dapat memakai mobil mewah yang mendapatkan rasa hormat dari rakyat, sedangkan pencopet hidupnya dikejar-kejar oleh rakyat. Padahal koruptor mengambil uang rakyat jauh lebih besar dibandingkan dengan koruptor. Meskipun keduanya berakhir di penjara, tapi koruptor dapat merasakan fasilitas penjara yang lebih mewah. Ah, alangkah lucunya negeri ini..

Ketika seorang pencopet berubah menjadi pengasong, berusaha memiliki penghasilan yang halal, mereka tetap saja ditangkap. Dikatakan mengganggu ketertiban lalu lintas. Yang seharusnya ditangkap adalah mereka yang koruptor, yang telah membuat miskin rakyatnya, yang tak memiliki belas kasihan karena membiarkan rakyatnya menjadi miskin, kelaparan dan tak berpendidikan. Makanya, jangan salah ketika pemilihan umum masyarakat banyak yang tak memilih, karena mereka bosan dan terlalu takut memberikan kepercayaan mereka pada “wakil rakyat”.

Hanya kepada mereka, anak-anak bangsa yang masih polos kami berharap. Kepada mereka yang belum terkontaminasi hiruk pikuk dan tak menyadari kotornya tangan sebagian pemimpin bangsa, karena pada mereka kita dapat mengajarkan artinya kejujuran. Bersama mereka kita mampu membangun negeri ini menjadi lebih baik.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS