RSS
Container Icon
Showing posts with label Candy. Show all posts
Showing posts with label Candy. Show all posts

NANO-NANO NOUGAT

 
A.      Pengertian Nougat
Nougat adalah sebuah permen yang terbuat dari gula atau madu, kacang panggang (badam, kenari, pistachio atau hazelnut, namun bukan kacang tanah) dan beberapa buah kering. Nougat dapat berbentuk lunak atau keras tergantung bahan yang dipakai, nougat juga dipakai sebagai isi batang permen atau cokelat. Ada dua macam nougat: putih dan cokelat. Nougat putih dibuat dari putih telur yang dikocok sampai halus, sedangkan nougat cokelat (Perancis: Nougatine) terbuat dari gula yang menjadi karamel dan memiliki tekstur keras, kadang garing (Anonymous, 2011).
Bradley (2007) menyatakan bahwa nougat merupakan jenis permen atau kembang gula yang mirip dengan dengan karamel yang dicampur dengan putih telur kocok untuk memberikan konsistensi berongga dan biasanya ditambahkan kacang tanah atau kombinasi antara kacang tanah dan buah-buahan. Komposisi nougat yang mulai dikembangkan sejak tahun 1900an secara umum terdiri dari gula, sirup jagung, kacang tanah, putih telur kocok, vanili, dan air. Pada perkembangannya beberapa bahan yang dibutuhkan untuk membuat nougat dapat disubstitusi dengan bahan lain seperti sirup jagung yang dapat diganti dengan glukosa atau putih telur yang diganti dengan gelatin.
Adapun resep nougat secara umum antara lain:
·       Gula                : biasanya memakai gula glukosa maupun gula sukrosa
·       Kacang            : jenis kacang yang dipakai bermacam-macam, biasanya menggunakan
 kacang tanah, kacang mede, almond kacang hazelnut, maupun walnut.
·       Susu                : susu yang digunakan bermacam-macam, bisa menggunakan susu
 bubuk maupun susu kental manis
·       Cokelat            : coklat merupakan bahan campuran yang tidak selalu digunakan
                        dalam pembuatan nougat. Coklat yang digunakan bisa berupa white
 atau dark cooking cokelat.
·       Mentega          : digunakan sebagai campuran untuk melelehkan gula dan susu.
·       Tambahan lain : bahan tambahan lain untuk memperkaya rasa biasanya digunakan
                        madu, perisa buah-buahan dan perisa kacang
B.       Perbandingan Nano-nano Nougat dengan Merk Lain

No
Merk
Gambar
Komposisi
1.
Nano-nano Nougat






·         Gula
·          glukosa
·          kacang tanah
·          susu bubuk
·         perisa kacang
·          lemak nabati
·         gelatin sapi
·          garam
2.
Vadeboncoeur Artisan Nougat dari USA






·         Kacang Almond Panggang
·         Putih Telur
·         Madu
·         Pistachios
·         Gula
·         Wafer
3.
Barratt Nougat dari Inggris





·      Kacang tanah
·      Gula
·      Vanilla
·      Buah raspberry
·      Susu bubuk

4.
Viba Organic Nougat dari Jerman





·         Gula
·         Susu bubuk
·         Kacang hazelnut
·         Dark chocolate
·         Mentega
·         Perisa kacang
5.
Wendler Nougat Chocolate Bar dari Inggris







·         Roasted hazelnuts
·         Sugar
·         plain chocolate
·         whole milk chocolate
·         white chocolate
·         skimmed milk powder
·         emulsifier lecithin
·         Flavor vanillin
·         cocoa solids, 12.5% min




C.      Prinsip Proses Pembuatan Nano-nano Nougat
Adapun proses pembuatan nougat secara umum disajikan dalam digram alir berikut:





















Diagram alir pembuatan Nougat (Snyder, 2010)

Snyder (2010) juga memberikan penjelasan tentang pembuatan nougat jenis lainnya yaitu fruit nougat dan French nougat. Pembuatannya hampir sama dengan nougat pada umumnya, yang berbeda adalah proporsi bahan dan bahan tambahan yang digunakan. Pada fruit nougat, saat penambahan potongan kacang tanah, ditambahkan pula buah ceri atau kismis yang dikeringkan. Sedangkan pada pembuatan French nougat, terdapat beberapa tahapan proses yaitu:
1.      Gula, krim tartar, dan air yang dipanaskan hingga mendidih dan membentuk sirup panas dicampur perlahan-lahan dengan putih telur kocok (jumlahnya lebih banyak dibanding nougat biasa) secara bertahap sambil terus diaduk hingga terbentuk campuran dengan volume yang besar, lalu didiamkan.
2.      Gula, sirup jagung, air, dan vanili dipanaskan dan diaduk hingga mendidih kemudian campuran sirup gula yang kedua ini dicampurkan dengan adonan pertama (tahap 1) kemudian diaduk hingga rata dan mengental sambil ditambahkan potongan kacang tanah dan buah kering. Setelah itu nougat yang sudah dingin diptong-potong. Terkadang French nougat juga dilapisi dengan fondant atau coklat leleh di bagian luarnya.

D.      Quality Control dari Nano-nano Nougat (Titik Kritis dalam Pembuatan Nougat)

Ccp 1 - penerimaan bahan baku (sortasi )
Bahan baku harus dipilih yang berkualitas baik agar dapat dihasilkan produk akhir yang juga berkualitas tinggi. Misalkan, kacang tanah dihindari jangan yang berbungkil, mentega dipilih jangan yang berbau tengik karena lemak pada mentega berarti sudah teroksidasi
Ccp2 – masukkan gula pasir aduk rata
Gula pasir tidak boleh dipanaskan terlalu lama dalam api yang besar, karena gula dapat terkaramelisasi sehingga mempengaruhi hasil akhir produk nougat. Karena hasil akhir nougat dapat memiliki warna yang kusam, aroma yang gosong, dan tekstur yang berpasir akibat crust yang terbentuk dari gula yang dipanaskan terlalu lama
Ccp3 – masak diatas api kecil dan diaduk hingga larut
Pemanasan yang menggunakan api besar dapat menyebabkan gula cepat mengalami crust dan terkaramelisasi sehinggan menyebabkan warna berubah menjadi putih kecoklatan, selain itu lemak pada susu juga dapat mengalami oksidasi apabila terlalu lama dipanaskan, sehingga dapat menimbulkan aroma tengik pada produk akhir.

E.       New Product Line Nano-nano Nougat
Masih belum ada New Product Line dari Nano-nano nougat sehingga diharapkan suatu saat akan ada produk baru yaitu New Product Line dari nano-nano nougat.

F.       Pengembangan Produk
Nano-nano merupakan permen dengan jenis hardcandy yang dahulunya sering terkenal dengan rasanya yang unik, yaitu manis, asem dan asin dalam satu permen. Namun, seiring dengan banyaknya kompetitor, sehingga meningkatkan daya saing antar industri, maka nano-nano yang dulunya hanya memproduksi hardcandy, menambah pengembangan produk dengan permen jenis nougat. Dimana nougat sendiri rasanya lebih creamy seperti gula karamel yang manis. Diharapkan ke depannya produk ini lebih dikembangkan, yakni memiliki rasa yang lebih bervariasi, karena rasa nano-nano nougat  sendiri lebih dominan rasa vanila. Pengembangan produk untuk nano-nano nougat sendiri dapat divariasi dengan rasa coklat, strawberry, ataupun buah-buah tropis yang ada di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kekayaaan alam dan buah-buahan inferior yang ada di Indonesia. 
Banyak yang dapat dikembangkan dari produk nano-nano nougat sendiri. Pengembangan yang dilakukan dapat dari segi bahan baku atau secara fisik. Misalnya saja, bentuknya dapat diubah menjadi lebih kecil dalam jumlah yang banyak dalam satu kemasan agar seseorang yang memakannya tidak jenuh kalau terlalu besar atau panjang. Selain itu, dari salah satu komposisinya, nano-nano nougat menggunakan kacang tanah sebagai bahan pengisi. Kacang tanah tersebut dapat diganti dengan bahan pengisi yang lain seperti kacang hazelnut atau pistachios sebagai solusi pengembangan produk nano-nano nougat.



DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2011. Nougat. http://wikipedia.org, diakses pada tanggal 4 Maret 2011.
Bradley, Alice. 2007. The Candy Cook Book. http://www.candymaking,net. Diakses pada tanggal            4 Maret 2011.
Snyder, Sherwood P. 2010. The Art of Candy Making Fully Explained.       http://www.candymaking,net. Diakses pada tanggal 4 Maret 2011.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Permen Ting-Ting Jahe

A.      
DISUSUN OLEH :
Yayon Pamula Mukti                      0811010089
Pujangga Adi laras                           0811010144
Luqman Agung                                  0811010134
Ryan Adi Susanto                             0811013058
Mukhamad Ryan Akbar                 0811010140



      Nama Produk
Nama produk dari permen yang kami buat adalah “Ting – Ting Jahe”
B.      Latar Belakang
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe yang telah dipanen baik yang sudah tua maupun yang masih muda tidak akan lama bertahan dalam penyimpanan jika berbentuk segar. Oleh karena itu, diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap dapat dikonsumsi. Beberapa hasil pegolahan jahe yang ada dipasaran antara lain adalah jahe segar, jahe kering, awetan jahe, jahe bubuk, minyak jahe, oleoresin jahe dan permen jahe atau ginggerbon.
Jahe secara tradisional akan dimanfaatkan sebagai wedang jahe, dimana jahe akan dipotong potong dan digeprek kemudian akan diseduh air panas. Wedang jahe ini bermanfaat untuk menghangatkan tubuh serta dpercaya dapat menyembuhkan masuk angin karena efek hangat di dalam perut. Akan tetapi, pembuatan wedang jahe tergolong tidak praktis, dimana kita masih memotong jahe dan menyeduhnya di dalam gelas. Sekalipun ada minuman jahe instan yang berada di pasaran saat ini, tetap dianggap kurang praktis bagi mereka penggemar jahe dan yang membutuhkan kehangatan jahe misalnya disaat bekerja di kantor, karena akan sangat merepotkan dan mengganggu aktivitas kerja. Oleh karena itu diperlukan sarana dan metode pengolahan jahe lain yang lebih praktis untuk semua kalangan, dan dibuatlah ting – ting jahe.
Pemilihan pembuatan ting – ting jahe dikarenakan ting ting merupakan makanan tradisional yang harus tetap dilestarikan. Selain itu dengan menggunakan konsep ting – ting jahe, maka jahe akan dapat menyentuh semua kalangan, dimana pada umunya jahe hanya dinikmati oleh kalangan orang dewasa dan penyuka jahe saja.
C.      Peralatan
1.       Kompor
2.       Wajan
3.       Pengaduk kayu
4.       Cup ukuran 160 ml
5.       Loyang
6.       Pisau
7.       Baskom
8.       Sarung tangan
D.      Bahan dan Fungsinya
1.       2 sdm ekstrak jahe atau jahe cincang (+- 40gr) yang dilarutkan dalam ½ cup air (+- 80ml)
Fungsi : Jahe disini digunakan sebagai bahan pengisi dan perasa utama dari ting – ting jahe, dimana jenis jahe yang digunakan akan mempengeruhi rasa dari ting ting yang dihasilkan. Semakin pedas jahe, maka rasa ting ting juga akan semakin pedas. Selain itu, jahe akan memberikan efek warna coklat terang jika dimasak dengan baik dan tidak gosong.
2.       2 cup gula pasir (+- 320ml)
Fungsi dari gula yang paling utama adalah memberikan rasa manis pada ting – ting jahe ini. Selain itu, fungsi gula adalah untuk membentuk tekstur permen dengan proses karamelisasi, sehingga akan mengental. Ditambah lagi, gula akan memberikan warna coklat yang bagus dan akan melindungi warna jahe dari kegosongan.
3.       1 cup air (160ml)
Fungsi utama air adalah melarutkan gula, tapioca, juehe dan bahan bahan lainnya.
4.       1 sdm light corn syrup (20gr)
Fungsi light corn syrup adalah untuk mencegah pengksristalan gula kembali karena pemanasan. Bila tidak ada light corn syrup, dapat diganti dengan sugar syrup dari 1 cup gula + 1/3 cup air dipanaskan sampai menjadi sirup.
5.       1,5 sdt garam (7,5ml)
Fungsinya adalah memberikan sensasi gurih pada permen.
6.       1 sdm butter atau mentega (+-20gr)
Fungsi butter atau mentega adalah untuk memberikan sedikit aroma oily pada ting – ting sehingga menambahkan kesan gurih pedas manis pada ting – ting.
7.       1 cup larutan tapioca (160ml) dari 1 sdm tepung tapioca + ¾  cup air
Fungsi dari larutan tapioca adalah untuk mengentalkan adonan, dimana pati tapioca akan berikatan dengan air yang tersisa pada adonan, sehingga akan mengurangi lama pemasakan dan lebih mengentalkan adonan sehingga kalis.
E.       Metode Pembuatan
1.       Buat larutan gula, tuangkan 2 cup gula dengan 1 cup air, dan masak sampai larut.
2.       Masukkan larutan jahe dan garam.
3.       Masak sampai sedikit kecoklatan.
4.       Tambahkan light corn syrup
5.       Campurkan mentega
6.       Campurkan larutan tepung tapioka dan masak sampai mengental dan kalis.
7.       Setelah kalis, taburi loyang dan tepung tapioka, lalu ratakan adonan pada loyang.
8.   Ditunggu hingga dingin lalu dipotong dan dibentuk dengan tangan.






F.       Sasaran Konsumen
Sasaran konsumen dari produk ting ting jahe ini adalah semua kalangan baik dari anak – anak sampai orang tua, pecinta jahe yang kerepotan bila harus membuat seduhan jahe, para pekerja kantor, serta para supir yang harus tetap terjaga dan menjaga kesehatan badan walau dalam perjalanan jauh.
G.     Organoleptik
Dari uji organoleptik yang dilakukan oleh beberapa kelompok, didapatkan rata – rata hasil penilaian organoleptik :
No
Pengujian
Rata – Rata Penilaian
1
Rasa
11,47
2
Aroma
10,57
3
Tekstur
11,15
4
Warna
10,88
5
Penampakan
9,64
Dari hasil yang didapat, dari segi rasa, aroma, tekstur dan warna sudah dapat diterima oleh masyarakat, akan tetapi dari segi penampakan masih terdapat kekurangan. Kekurangan tersebut meliputi bentuk ting – ting yang kurang baik, dan tidak adanya pengemas pada ting – ting ini. Kedepannya kamiu akan memperbaiki kekurangan dari produk yang kami buat ini dengan memperbaiki bentuk misalnya dengan membentuk ting – ting dengan cetakan permen dan mendisain kemasan yang baik untuk permen jenis ini. Terima Kasih.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS