RSS
Container Icon

Ibu, I really really really love you :)

          Ingin hati segera pulang dan memeluk Ibu.
          Untuk bisa ujian skripsi, harus lulus TOEIC dengan skor minimal 500. Bagiku skor segitu sangat susah dicapai. Dulu pas maba ada tes TOEIC juga, nilaiku Cuma 305. Miris banget kan?? Eh, pas diliatin temenku skor TOIECku yang beru ternyata tembis 510. Wooooowwww, alhamdulillah J
          Tak sia-sia deh, selama setahun setelah punya laptop aku rajin nonton film dengan subtitle bhs. Inggris. Makasih Ibu, udah beliin aku laptop. Meski aku punya laptop ketika aku udah masuk semester 5. Itu pun karena aku mau PKL dan kebetulan juga Ibu dapet gaji sertifikasi yang  Allah itu memang yang terbaik.
          Punya laptop (meski laptopnya yang biasa-biasa aja, Cuma prosesor dual core) tapi bagiku ini benar-benar hal yang sangat luar biasa. Malu banget ketika laptop itu dibeli dengan uang dari Ibuku. Seharusnya aku kan ikut urunan. Rasa bersalahku aku tebus dengan rajin belajar mati-matian. Gak sia-sia Ipku di semester 5 naik banyak. Yang di semester 4 Ipku Cuma 3,19 langsung naik ke 3,44. Pas semester 6 malah melonjak jadi 3,7. Karena aku ikut SP (uang buat bayar SP aku nabung sendiri) IPK-ku langsung naik ke 3,52 (tembus cumlaude). Senang rasanya bisa membuat Ibu tersenyum bahagia. Kakak-kakakku dulu gak ada yang IPK-nya cumlaude.
          Ibuku tak pernah tahu perjuanganku di sini. Ibuku hanya tahu aku kuliah, setiap bulan ngirim uang. Aku pun jarang sekali curhat tentang kuliahku atau apa pun yang aku lakukan di sini (aku cenderung orang tipe introvert ). Ibuku Cuma tahu hasil kerjaku selama kuliah melalui IP yang setiap semester selalu dikirim ke rumah. Memang sih IP-ku gak pernah di bawa 3, tapi aku belum puas kalo belum mengalahkan kakak-kakakku. Bapakku pernah bilang, mereka (kakakku, red) bisa lulus kuliah dengan IP bagus tanpa harus punya lapotop, jadi mestinya aku juga harus bisa. Ughhh, kalimat itu membuatku bete. Aku paling gak suka dibandingkan dengan orang lain. Aku bukan mereka. Setelah aku punya laptop, aku buktikan kalo aku bisa lebih baik (pas belum punya lapotp, prestasiku sama aja seperti kakakku).
          Karena aku bisa lebih baik, aku merasa Ibuku membelikanku laptop tampaknya gak sia-sia. Aku tahu perjuangan Ibukku hanya demi aku punya laptop. Untuk itu, aku pun tak mau perjuangan Ibuku sia-sia. Setiap manusia punya jalan dan pilihan hati sendiri-sendiri, Biarkan manusia itu berkreasi sesuka hati mereka, karena hanya dengan begitu mereka akan meraih kesuksesan seperti yang mereka impikan.
          Akan kutulis jejak sejarahku. Meski tidak seperti teman-teman lain yang sering menang lomba, IPK mendekati 4, bisa kuliah di luar negeri atau apalah itu, akan kubuktikan aku pasti bisa mengukir sejarah hidupku yang berbeda dengan sejarah hidup orang lain.
          Terimakasih Ibu, love U J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Cepuk as Vivie said...

awesome nit! cemungudh eeaa! :D

yup betul, menulis sejarah masing2 walaupun beda sm tmn2 lain yang ipnya hampir 4 atau bahkan 4, menangin lomba sana sini smpai luar negeri. tapi aku yakin kita semua punya cerita sukses masing-masing walaupun beda. sukses gada ukurannya kok harus begini atau begitu.

write our own success way, own success story! :)

Nita Maria Rosiana said...

hehheeeee, ayok rame-rame membuat jejak sejarah hidup kita. semakin berbeda dengan orang lain, semakin unik :)

Post a Comment