RSS
Container Icon

Klaim pada Diabetasol


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Di setiap produk panmgan kemasan pasti terdapat klaim yang menginformasikan produk tersebut, misalnya produk tersebut tidak mengandung minyak trans, produk yang low-fat atau low-kalori.
Pelabelan suatu produk, khususnya produk pangan banyak yang mulai jauh dari standar yang ditetapkan. Menurut  UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan menyatakan bahwa setiap label dan atau iklan pangan yang diperdagangkan harus memuat keterangan mengenai pangan dengan benar. Produk pangan hendaknya tidak dinyatakan, didiskripsikan atau dipresentasikan secara salah, menyesatkan (misleading atau deceptive), atau menjurus pada munculnya impresi yang salah terhadap karakter produk pangan tersebut. Bahkan, diskripsi atau presentasi baik melalui kata-kata, gambar, atau cara lain hendaknya tidak secara sugestif, baik langsung atau tidak langsung, membuat konsumen mempunyai impresi dan asosiasi terhadap produk lain.
Saat ini kebanyakan masyarakat khawatir dengan peningkatan gula darah yang dapat menyebabkan diabetes. Diabetesi (penderita diabetes) pada dasarnya memerlukan makanan pengganti yang mempunyai gizi lengkap dan seimbang, tidak menimbulkan rasa khawatir akan kenaikan gula darah setelah dikonsumsi, mempermudah pengaturan kalori atau diet harian.
Produk nutrisi pengganti makanan yang diformulasikan khusus bagi penderita diabetes melitus dimana komposisinya aman dan sesuai dengan kebutuhan diabetes, salah satunya adalah diabetasol.




1.2                        Rumusan Masalah
1.2.1        Klaim apa yang terdapat pada  Diabetasol?
1.2.2        Kandungan apa yang terdapat dalam dibetasol sehingga mengklaim nutrisi dan kesehatan?

1.3                        Tujuan
1.3.1        Untuk mengetahui macam-macam klaim yang terdapat dalam diabetasol.
1.3.2        Untuk mengetahui apakah klaim tersebut benar.
1.3.3        Untuk mengetahui kandungan nutrisi dan bahan tambahan makan yang terdapat dalam diabetasol.

1.4                        Manfaat
1.4.1        Memberi informasi pada masyarakat tentang klaim yang benar pada produk pangan.
1.4.2        Memberi informasi tentang klaim kesehatan dan nutrisi pada produk diabetasol














BAB II
ISI

2.1             Klaim Pada Diabetasol
Istilah suplemen makanan biasanya merujuk pada suatu produk yang mengandung satu atau lebih nutrien penting, seperti vitamin, mineral, dan protein. Berdasarkan pengertian tersebut, diabetasol dapat dikatakan sebagai suplemen makanan. Setiap produk, termasuk suplemen makanan terdapat suatu klaim yang menginformasikan tentang produk tersebut.
Terdapat tiga jenis nutrition claim antara lain :
1.      Klaim kandungan nutrisi, yaitu klaim yang menunjukkan tingkat nutrisi di dalam suplemen makanan. Misalnya suplemen makanan yang mengandung 200 mg kalsium per penyajian, harus diinformasikan sebagai "tinggi kalsium".
2.      Klaim interaksi terhadap penyakit, yaitu klaim yang menunjukkan hubungan antara kandungan nutrisi dalam suplemen makanan dengan kondisi kesehatan tubuh. Menurut FDA klaim ini harus berdasarkan bukti-bukti ilmiah, atau badan yang mempunyai wewenang untuk mengeluarkan pernyataan seperti itu. Misalkan suplemen makanan yang mengandung banyak kalsiumnya, maka dapat dicantumkan klaim "kalsium dan rendahnya resiko osteoporosis".
3.      Klaim nutrisi penunjang, yaitu klaim yang menunjukkan hubungan kekurangan nutrisi dengan penyakit defisiensi. Misalkan suplemen makanan yang mengandung vitamin C, dapat dicantumkan klaim "vitamin C mencegah scurvy".
Selain ketiga klaim di atas, masih diperbolehkan untuk mencantumkan klaim fungsi struktur, yaitu klaim yang berhubungan dengan fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk efeknya terhadap kebugaran tubuh, seperti "kalsium akan membuat tulang menjadi kuat" atau "antioksidan membantu menjaga keutuhan sel".
Diabetasol merupakan nutrisi khusus untuk Diabetes Melitus dan gangguan toleransi glukosa, yang dapat digunakan sebagai pengganti kalori dan sebagai makanan pengganti yang khusus dirancang dengan gizi lengkap dan seimbang.
Diabetasol juga menyertakan klaim kesehatan (klaim interaksi terhadap penyakit), yaitu “Diabetasol berfungsi untuk membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan membantu meningkatkan efektivitas insulin”.
Untuk menhgklaim produk tersebut, terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat  yang dibutuhkan dalam meng klaim produk :
1.   Rendah energi (low energy)
digunakan untuk produk pangan padat yang mempunyai kandungan energi 40 kilokalori per 100 gram atau kurang; atau produk pangan cair dengan kandungan energi 20 kilokalori per 100 ml atau kurang.
2.   free energy
hanya boleh diperuntukkan pada pangan cair yang hanya mengandung energi 4 kilokalori per 100 ml. “no added sugar, without added sugar, atau no sugar added”. Ketiga istilah ini dalam bahasa Indonesia sering dinyatakan dengan ‘tanpa penambahan gula’. Klaim ini hanya boleh digunakan jika penambahan gula memang tidak dilakukan selama pengolahan, termasuk penambahan ingridien yang mengandung gula seperti sirup, jus buah, sos apel, dan lain-lain. Disamping itu, pengolahan yang dilakukan juga tidak menyebabkan peningkatan gula (secara nyata), sedangkan pada umumnya, produk pangan tersebut atau produk sejenisnya diproses dengan penambahan gula.
3.   Reduced atau fewer calory.
Hal ini hanya boleh dilakukan jika produk tersebut paling tidak mengandung kalori 25 persen lebih kecil daripada produk pangan biasanya atau produk pangan acuannya. Artinya jika pada umumnya produk biskuit mengandung kalori sebanyak 100 kilokalori per 20 gram; lalu ada produk baru mengandung 85 kilokalori per 20 gram, maka produk tersebut tidak boleh melakukan klaim sebagai reduced calory.
4.   Reduce atau less fat
hanya boleh dilakukan oleh produk yang paling tidak mengandung lemak 25 persen lebih kecil daripada produk pangan sejenis pada umumnya.
5.   Reduce atau less cholesterol
Klaim ini tidak hanya mensyaratkan bahwa produk tersebut paling tidak mengandung kolesterol 25 persen lebih kecil dari produk sejenis biasanya tetapi juga harus mengandung lemak jenuh paling tidak 2 gram lebih kecil lebih kecil daripada produk pangan acuannya tersebut.
6.   High Fiber
hanya boleh digunakan untuk produk yang paling tidak mengandung serat (fiber) 5 gram per 100 gram (padat) atau 100 ml (cairan) dan memenuhi persyaratan sebagai produk pangan low fat, atau kandungan lemaknya dinyatakan berdampingan dengan klaim kaya serat
7.   Good source of fiber
menyatakan bahwa produk tersebut paling tidak mengandung mengandung serat 2,5-4,9 gram per penyajian. Jika kita melihat istilah more atau added fiber, maka itu berarti bahwa paling tidak produk tersebut mengandung mengandung serat 2,5 gram per penyajian.

2.2             Kandungan Gizi pada Diabetasol
Diabetasol mengklaim bahwa produknya merupakan produk pengganti makan yang diformulasikan khusus bagi penderita diabetes melitus dimana komposisinya aman dan sesuai dengan kebutuhan diabetesi. Nutrisi yang terkandung dalam diabetasol diantaranya adalah:
·   Mengandung serat (4,2 g/100 g), yang dapat membantu mengurangi penyerapan glukosa dalam usus
·   Diformulasikan bebas kolesterol, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, suatu penyakit yang dipengaruhi oleh banyak faktor
·   Dilengkapi dengan Kromium Pikolinat, suatu mikromineral yang berfungsi untuk membantu: meningkatkan kerja hormon insulin, meningkatkan toleransi glukosa dalam tubuh dan menjaga kestabilan gula darah.
·   Nutrisi lengkap dan seimbang, dapat membantu menjaga kesehatan dan dapat digunakan sebagai pengganti makan utama (pagi dan malam).
·   Disempurnakan dengan Vita digest, kombinasi karbohidrat lepas lambat sehingga kenaikan gula darah tidak langsung melonjak tinggi melainkan naik secara perlahan.
·   Bebas kolesterol dan Asam lemak trans, membantu mengurangi resiko penyakit jantung koroner.
·   Diabetasol juga memiliki rangkain nulife yang aman dikonsumsi bagi penyandang diabetesi. Nulife No Calorie Swetener merupakan Pemanis tanpa kalori dengan kandungan Sukralosa sehingga aman untuk mendukung pola hidup sehat anda terutama untuk diet dan diabetes.

Namun, walaupun telah diketahui komposisi yang terdapat dalam diabetasol, harus dibuktikan apakah klaim yang dikeluarkan oleh diabetasol sesuai atau tidak dengan kandungannya. Untuk memahami klaim-klaim gizi/kesehatan dalam produk makanan kemasan diperlukan kecermatan untuk mengetahui berapa jumlah kandungan zat gizi yang ada di dalamnya. Untuk mengetahui klaim dari suatu produk, dapat dilihat dari nutrient label yang ada pada produk tersebut.

Component
Claim
Conditions


NOT MORE THAN
Energy
Low
40 kcal (170 kJ) per 100 g (solids)
or
20 kcal (80 kJ) per 100 ml (liquids)
free
4 kcal per 100 ml (liquids)
Fat
Low
3 g per 100 g (solids)
1.5 g per 100 ml (liquids)
free
0.5 g per 100 g (solids) or 100 ml (liquids)
Saturated Fat

low
1.5 g per 100 g (solids)
0.75 g per 100 ml (liquids)
and 10% of energy
free
0.1 g per 100 g (solids)
0.1 g per 100 ml (liquids)
Cholesterol
low
0.02 g per 100 g (solids)
0.01 g per 100 ml (liquids)

free
0.005 g per 100 g (solids)
0.005 g per 100 ml (solids)
and, for both claims, less than:
1.5 g saturated fat per 100 g (solids)
0.75 g saturated fat per 100 ml (liquids)
and 10% of energy of saturated fat
Sugars

Free
0.5 g per 100 g (solids)
0.5 g per 100 ml (liquids)
Sodium
Low
0.12 g per 100 g
Very Low
0.04 g per 100 g
Free
0.005 g per 100 g


NOT LESS THAN
Protein
Source
10% of NRV per 100 g (solids)
5% of NRV per 100 ml (liquids)
or 5% of NRV per 100 kcal (12% of NRV per 1 MJ)
or 10% of NRV per serving
High
2 times the values for “source”
Vitamins and Minerals
Source
15% of NRV per 100 g (solids)
7.5% of NRV per100 ml (liquids)
or 5% of NRV per 100 kcal (12% of NRV per 1 MJ)
or 15% of NRV per serving
High
2 times the value for “source”

Misalnya dalam produk diabetasol yang menyatakan bahwa Diabetasol adalah nutrisi khusus untuk Diabetes Melitus dan gangguan toleransi glukosa, yang dapat digunakan sebagai pengganti kalori dan gizi makanan sehari-hari. Diabetasol juga mengandung serat (4,2 g/100 g) dan diformulasikan bebas kolesterol (mengklaim tentang bebas kolesterol). Dari table di atas, dapat diketahui bahwa jika produk mengklaim sebagai produk bebas olesterol, maka kandungan kolesterol dalam bahan tidak boleh lebih dari 0.005 g per 100 g (solids) atau 0.005 g per 100 ml (solids).
Di dalamdiabetasol terkandung pemanis alami, yaitu sukralosa. Sukralosaaman untukdikonsumsi dan tidak bersifat karsinogenik dan mutagenic. Penggunaan sukralosediijinkan di United State yang dapat digunakan  pada semua makanan misanya, makanan/minuman kesehatan, suplemen vitamin dan mineral, serta suplemen nutrisi.















BAB III
PENUTUP
3. 1 Kesimpulan
1.      Diabetasol merupakan makanan pengganti yang khusus dirancang dengan gizi lengkap dan seimbang untukpenderita diabetes.
2.      Diabetasol mengklaim pruduknya tidak mengandung kolesteril ( klaim kesehatan) dan mengandung dietary fiber.
3.      Diabetasol mengandung pemanis alami, yaitu sukrolase, yang aman dikonsumsi.
4.      Komposisi pada diabetasol adalah Per 100 gram Protein 15 gr, fat 11,5 gr, carbohydrate 64,5 gr, lactose 4 gr, dietary fiber 3,33 gr, vitamin dan mineral. Energi: 421,67 kkal.
5.      Klaim yang dikeluarkan oleh diabetasol adalah bebas kolesterol, dimana kandungan kolesterolnya adalah kurang dari 0.005 g per 100 g (solids) atau 0.005 g per 100 ml (solids).

3. 2 Kritik dan Saran
            Masyarakat yang mempunyai penyakit diabetes melitus perlu dibatasi dalam makanan berkalori tinggi seperti nasi, daging berlemak, jeroan, kuning telur. Juga makanan berlemak tinggi seperti es krim, ham, sosis, cake, coklat, dendeng, makanan gorengan. Sehingga dianjurkan dikonsumsi untuk mengganti nasi, sehingga kadar glukosa darah tidak naik drastis. Salah satunya, dengan mengkonsumsi diabtasol yang merupakan susu rendah lemak & pemanis buatan sehingga sangat aman dikonsumsi.



DAFTAR PUSTAKA

Anonymous.2009.KalbeNutrionals.http://www.kalbenutritionals.com/about_you_product.asp?id=13&strlang=ind. Diakses pada tanggal 08 Mei 2010

Anonymous.2010.DIABETASOL.http://medicastore.com/obat/8883/DIABETASOL.html. Diakses pada tanggal 08 Mei 2010

Anonymous.2010.Nutrition_Claim.http://lordbroken.wordpress.com/2010/03/22/nutrition-claim/ITP-UB. Diakses pada tanggal 08 Mei 2010

Cahyadi, Wisnu. 2006. Analisis dan Aspek esehatan Bahan Tambahan Pangan. Jakarta: Bumi Aksara

Dewi, Sofhiani. Pelabelan Perisa produk Pangan. http://www.foodreview.biz/login/preview.php?view&id=55777.Diakses pada tanggal 08 Mei 2010

Imelda, Irma. 2007. Menunggu Konfirmasi Sponsor Produk . http://madu-highdesert.blogspot.com/2007/10/menunggu-konfirmasi-sponsor-produk.html Diakses pada tanggal 08 Mei 2010

McNeil. 2000. Sweeteners Alternative. USA: Eagan Press Handbook Series.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

3 komentar:

Anonymous said...

Saya bukan penderita diabetes namun mencoba menggunakan Diabetasol dan terkejut bahwa gula darah saya melonjak tinggi 1 jam setelah minum (150mg/dl). Hal ini tidak pernah terjadi jika saya mengkonsumsi makanan rendah karbohidrat tinggi protein. Gula darah 1 jam PP biasanya hanya 120-130mg maksimal sedangkan pada 2 jam turun menjadi 95-110mg/dl.
Menggunakan Diabetasol justru membuat gula darah melonjak sangat tinggi. Bagi penderita diabetes bisa dipastikan lonjakan gula darah akan lebih tinggi lagi, dan ini tentunya tidak sesuai klaim Diabetasol. Sangat disayangkan banyak pengguna Diabetasol yang tidak melakukan test gula darah setelah mengkonsumsinya.

MIGH FADELAN said...

Benarkah ?

MIGH FADELAN said...

Jangan bikin fitnah

Post a Comment